Masjid Agung Banten

Mengikuti Tapak Tilas Jejak Kesultanan Banten

Posted on

Setelah tertunda sekian lama, liburan lebaran tahun lalu saya akhirnya diberikan kesempatan berkunjung ke daerah Banten Lama. Daerah memiliki nilai historis tinggi ini letaknya ada lebih kurang 10 km dari jantung kota Serang. Di zaman lalu, daerah Banten Lama adalah pusat pemerintahan dari Kesultanan Banten. Pada era jayanya, kesultanan yang di bangun oleh keturunan Sunan Gunung Jati ini bisa menguasai separuh kawasan dari Jawa Barat, Jakarta, Banten, Bengkulu, hingga Lampung. Sebelum dibubarkan oleh pemerintahan Inggris di tahun 1813, Banten pernah menjadi kekuatan yang disegani di bumi pertiwi khususnya pada masa pemerintahan 3 sultan perdananya: Maulana Hasanuddin, Maulana Yusuf & Maulana Muhammad.

Ada sejumlah obyek wisata menarik disini untuk dieksplor lebih dalam lagi, yakni kompleks Masjid Agung Banten dengan menaranya mirip mercusuar lalu bangunan madrasah dengan arsitektur Eropa. Masih pula ada didalam kompleks makam sultan-sultan Banten, Kraton serta Benteng Surosowan, Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kraton Kaibon & Vihara Avalokitesvara. Sayangnya, semata-mata hanya kompleks masjid, makam, museum lalu vihara saja yang rasa-rasanya masih terpelihara secara baik disana. Sementara benteng sisa-sisa Banten dan Belanda terlebih lagi kraton kini hanya ada puing-puing dan reruntuhannya aja.

Masjid Agung Banten didirikan di masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570). Atap konstruksi utamanya bertumpuk 5, mirip pagoda China yang adalah hasil karya arsitek Tionghoa dikenal dengan Tjek Ban Tjut. Di sudut selatan bangunan inti masjid ada bangunan 2 lantai bernama Tiyamah dengan arsitektur Belanda kuno hasil design arsitek berkebangsaan Belanda Hendrik Lucasz Cardeel lalu di timurnya ada menara dengan tinggi 24 m mirip mercusuar. Kompleks Makam Sultan-sultan Banten ada didalam lingkungan masjid tersebut dan pada sisi utara serambi selatan. Kemudian lokasi makam Sultan Maulana Yusuf sedikit terpisah dari makam lainnya, kurang lebih satu kilometer dari kompleks Masjid Agung Banten.

Vihara Avalokitesvara antara lain salah satu bangunan yang sangat menarik minat banyak orang di Banten Lama ini ialah Vihara Avalokitesvara yang cuma berjarak beberapa meter saja dari masjid. Katanya, tempat ibadah yang didirikan sekitar pada abad ke-16 ini adalah satu dari beberapa vihara tertua di Indonesia dan bisa disebut sebagai bukti toleransi umat Islam saat itu kepada pemeluk agama-agama lainnya yang ada di sekitarnya.

Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, cocok dengan namanya, museum ini mengekspos aneka artefak serta benda bersejarah yang berkaitan dengan situs Banten pada masa silam. Satu diantara benda bersejarah yang istimewa di sini ialah Meriam Ki Amuk yang dijadikan sebagai meriam rampasan dari pasukan Portugis. Meriam Ki Amuk berikut ini punya kemiripan dengan meriam Si Jagur yang ada di halaman Museum Sejarah Jakarta yang berada di kawasan Kota Tua. Lokasi yang kaya warisan sejarah ini memiliki potensi wisata yang dapat diperbesar lagi, terlihat dari ramainya wisatawan yang datang kesana pada saat waktu telah tiba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *